VIDA AULIA RAKHMAN Apr 14th, 2008 at 6:19 pm
Kebudayaan memang tidak bisa terlepas dari unsurnya dan seperti yang telah dijelaskan di atas kebudayaan terbentuk apabila ketujuh unsurnya itu merupakan suatu pendorong hasil dari suatu tindakan manusia. seperti yang EWA jelaskan tentang masyarakat minang yang apabila kita ingin mengetahui kebudayaan minang kita harus dapat mempelajari salah satu dari ketujuh unsur itu yang termuat misalnya bahasa tentunya lewat itu dapat diketahui paling sedikit bagaimana kebudayaan itu.
Contoh lain banyak pengacara di Indonesia yang menjalanakan keahliannya dengan menampangkan marganya, orang Batak mungkin dapat dinilai sebagai suatu pribadi yang tegas hal ini dapat dilihat dalam kelantangannya dalam berbicara dan mungkin dari situlah dapat sedikit diketahui kebudayaannya.
Misalnya Vd sendiri berasal dari Hulu sungai yang notaben kebudayaannya tentunya sangatlah berbeda dengan daerah yang lain,terlihat dari bahasa saja. Mungkin kita belum menyadari kenudayaan yang kita miliki itu apakah sudah terdapat 7 unsur yang telah dikemukakan oleh Koentjaraningrat.
Mohon koreksi EWA apabila terdapat kesalahan dlam pemahaman. Thankzz…
VIDA AULIA RAKHMAN Apr 8th, 2008 at 3:36 pm
Kita hidup dan berinteraksi di lingkungan selalu ingin membuat inovasi atau suatu pembaharuan, hal ini dikarenakan banyaknya dorongan yang datang sehingga timbul keinginan untuk menciptakan suatu pembaharuan.
Seperti pada telpon genggam saja hampir disetiap produk yang baru muncul beberapa program baru yang tidak ada pada ponsel sebelumnya, hal ini sebagai hasil dari pemikiran manusia yang dapat menyikapi perkembangan tekhnologi dan tekhnologi pun merupakan sebuah inovasi dari ketradisionalan alat dahulu yang telah dikembangkan.Hemat saya inovasi akan selalu terjadi selama manusia terus mengembangkan ilmu dan penetahuan yang dimilikinya.
Maaf EWA, saya ingin bertanya apakah ada perbedaan antara inovasi dan evolusi? Thankzz
VIDA AULIA RAKHMAN Apr 1st, 2008 at 11:00 am
Sebagai bagian warga negara Indonesia saya sangat bangga terhadap sikap toleransi yang sangat besar terhadap beraneka ragamnya etnik di Indonesia, maka tidak salah Indonesia mempunyai semboyan Bhineka Tunggal Ika yang walaupun berbeda tetap satu jua.Asimilasi pun terjadi karena kontak sosial manusia, Indonesia sangat menghormati perbedaan walaupun dibalik semua itu berbagai macam masalah melanda kita,seperti krisis segala-galanya.di Banding Amerika sebagai negara adikuasa dan merupakan kiblat dunia yang tidak dapat menghargai perbedaan.Thankzz…
VIDA AULIA RAKHMAN Apr 1st, 2008 at 10:44 am
Akulturasi akan terus terjadi hal ini dikarenakan proses interaksi yang selalu terjadi dalam kehidupan. Hasil dari akulturasi itu sendiri dan kadang membawa banyak kelebihan dan adapula kekurangannya.Selama akulturasi yang terjadi itu tidak menghilangkan ciri khas keasliannya sah-sah saja. Kita tidak akan pernah terlepas dari akulturasi itu sendiri. Dalam pergulan sehari-hari pun tanpa kita sadari proses itu terjadi.Seperti sekarang ini dalam lingkup yang sangat luas misalkan saja adanya organisasi dunia yaitu PBB yang terdiri dari berbagai negara di belahan dunia ini masing-masing tentunya punya cara masing-masing dalam penyelesaian masalah yang ada di Negaranya. Melalui PBB cara-cara itu digabung menjadi satu dan akhirnya melahirkan cara baru yang awalnya merupakan kepentingan satu negara akhirnya melahirkan cara baru untuk kepentingan bersama.Thankzz BapaK…
VIDA AULIA RAKHMAN Mar 19th, 2008 at 10:11 am
Bumi terdiri dar beberapa negara yang tentunya masing-masing memounyai kebudayaan yang merupakan ciri khas dari bangsa yang lain. Pengadaptasian kebudayaan luar pun tidak dapat dielakkkan kaena di negara kita khususnya banyak investor asing yang menanam saham bahkan menjalankan usaha di Indonesia.
Apalagi diera yang serba globalisasi ini sangat banyak kebudayaan yang masuk dan yang lebih mencengangkan proses akulturasi ini tidak jarang mengikis kebudayaan aslinya dan pemikiran local jenius sebagai ciri khas bangsa pribumi tidak ada lagi.Kebudayaan yang masuk pun bervariasi dari yang sifatnya hegatif dan ada pula sebagian yang positif. cara berpakaian kita pun cenderung meniru gaya ke barat-barat an.
Mungkin kita tengah dihadapkan dengan keadaan mencontoh segala sesuatu baik itu mengenai sistem pemerintahan yang memilih mencontek agar dapat mencapai kemekmurarn seperti bangsa yang dicontohnya dan tidak melihat bagaimana potensi yang dimiliki bangsda yang mengadaptasi sistem itu. Dalam pelajaran saja apabila kita salah dalam melaksanakan tugas kta malah diberikan himbauan agar melihat kepada teman bagaimana pengerjaan tugas yang benar walaupun alasannya hanya sekedar bertanya namun tetap meniru gaya penyelesaiannya.
Ya beginilah keadaan dan realiata yang ada sekarang dan untuk semua itu tergantung kita bagaimana menyikapi banyaknya unsur-unsur kebudayaan baru yang makain hari makin bertambah kemunculannya. Thanks EWA, Sehat selalu, amienn…
VIDA AULIA RAKHMAN Mar 10th, 2008 at 1:31 pm
Manusia dan binatang, dua kata yang tentu mempunyai pembeda yang sangat jauhkalau kita lihat dari segi fisiknya. setiap individu yang ada dimuka bumi ini mempunyai kepribadian masing-masing yang tentunya merupakan hasil dari pergaulan individu itu sendiri.
Kepribadian yang muncul pun merupakan pengaruh dari pengetahuan yang didapatkan dari setiap lingkungan individu itu dan diaplikasikan dalam kehidupan masing-masing.Manusia mempunyai nafsu yang dapat dikendalikan dalam pengambilan suatu tindakan sedangkan binatang tidak.
Menurut saya kita hidup sebagai bentuk suatu pembelajaran dalam pembentukan kepribadian diri kita sendiri dan karena hidup itu pilihan maka kepribadian yang bagaimanapun tergantung kita yang memilih dan menjalaninya.
VIDA AULIA RAKHMAN Mar 2nd, 2008 at 4:26 pm
Mungkin sangat aneh didengarnya kalau bangsa kita benar dijajah Saudagar tapi setekah dipikir lagi sebutan itu sangat tepat.Sumber yang mengatakan bangsa kita dijajah selama 3,5 abad itu digabung dengan perdagangan mereka mengingat dulu orang-orang pribumi dipaksa kerja untuk menghasilkan rempah-rempah yang nantinya dijual untuk keperluan keuangan kolonial.
Orang-orang kita dulu memang kurang berpikir seandainya mereka tidak mau bekerja kolonial tidak akan mendapatkan apa-apa,kolonial marah dan membunuh semua rakyat Indonesia dan tentu hasilnya juga tidak ada bagi kolonial,mungkin mereka bakalan cepat-cepat pulang karena gak mungkin semua rakyat kolonial datang ke Indonesia hanya untuk bertani saja,tapi sudahlah semua itu telah terjadi juga.
Sampai sekarang penjajahan terus berlanjut di Indonesia,misalnya pada Banjarmasin sudah banyak para pemodal asing yang berinvestasi dan tentunya sangat memepengaruhi kondisi pasar kita.Penjajahan gaya hidup pun telah menyebar pesat.
DuluA bangsa kita dijajah saudagar,sekarang bangsa kita masih dijajah tetapi oleh kaum Borjuis,ya beda tipislah tetap aja negara lain yang menjajahnya.Thankzzz……
VIDA AULIA RAKHMAN Mar 2nd, 2008 at 3:49 pm
Berbicara masalah korupsi hampir disetiap sudut kehidupan telah terjangkit wabah mendunia ini.Namun hal ini sangat sulit untuk dapat dihilangkan karena sudah menjadi suatu budaya yang sangat melekat.Permasalahan bangsa ini tak akan pernah habis mengenai korupsi,bahkan menurut saya bukan hanya oknum-oknum tertentu saja yang melakukannya,pemerintah pun ikut dalam polemik masalah ini.Sebagai contoh para pejabat-pejabat daerah maupun pusat secara tidak langsung telah mendapatkan hasil tindakan itu,bagaimana tidak banyaknya fasilitas-fasilitas pemerintahan yang mereka dapatkan yang membuat kita bertanya darimana dana yang dikeluarkan untuk memebeli fasilitas tersebut,contohnya saja mobil dinas dengan flat merahnya “bagincu bhsa banjarnya”tidak sesen pun uang pejabat itu keluar untuk membeli itu.Bukankah uang rakyat yang digunakan yasng pada awalnya diberikan sebagai bentuk kewajiban rakyat kepada negara dengan maksud dapat mensejahterakan rakyat tetapi dalam prakteknya rakyat malah tambah sengsara.
Saya menilai faktor inilah yang mungkin menyebabkan benyaknya orang yang tertarik untuk terjun dalam permainan politik pemerintahan yang sangat menjanjikan kesejahteraan.Apakah sudah pas penggunaan dana pemerintah untuk masyarakat?Hanya sedikit kontribusi yang didapat.